Headlines
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
05.26
Peringatan Kematian Seorang Sosok Pejuang HAM, Terlupakan..!!!
Written By Unknown on Jumat, 07 September 2012 | 05.26
Pada tanggal 07
september 2004 adalah hai dimana meninggalnya seorang tokoh pejuang dan pembela
kaum tertindas, seorang sosok pemberani yang rela mengorbankan nyawanya untuk
kepentingan masyarakat banyak. Ia bernama lengkap Munir Said Thalib, SH. Lahir
di malang 8 Desember 1965. Ia adalah seorang aktivis islam yang menjunjung
tinggi toleransi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Seorang aktivis
organisasi juga yang pernah menjabat di HMI universitas Brawijaya, Malang.
Sungguh merupakan sosok yang perlu ditiru dan dijadikan referensi sebagai ruh
perjuangan dan arah langkah pedoman kader HMI saat ini. Namun yang terjadi saat
ini ternyata menyedihkan, sosok beliau terlupakan.
Hari ini 07
september 2012, tepat 8 tahun dari hari kematiannya. Dari kebanyakan kader HMI
yang ditemui terutama kader HMI yang ada di sekitar kabupaten Bandung tidak
mengetahui hari peringatan tersebut. Apakah memang sosok seperti Munir itu tak
pantas untuk dikenang?
Ada beberapa kader
yang mengharapkan agar hari ulang tahun kematian Munir ini diperingati. Salah
satunya Mukti, kader HMI kom Ushuludin mengatakan “Munir adalah seorang tokoh
besar, hari kematiannya perlu untuk diperingati salahsatunya dengan melakukan
seminar atau haul yang tentunya bisa bermanfaat buat kita”
Burhan, kader HMI
komisariat Dakwah dan Komunikasi juga mengatakan perlu untuk dilakukan
peringatan, “kalau bisa kita melakukan aksi moral untuk memperingati hari
kematian Munir, sehingga di ekspose oleh media sehingga ada kesadaran untuk
kembali menyeleseikan kasus yang belum selesei itu”
Berbeda dengan ungkapan dari Asep Ridwan, ketua umum HMI
komisariat Adab dan Humaniora “Seharusnya jangan hanya melakukan peringatan
secara ceremonial saja namun harus ada aksi nyata yang dilakukan terutama kasus
pembunuhannya itu yang harus segera diseleseikan” “dia adalah tokoh besar dan buat para kader HMI
jangan melupakan tokoh pemberani seperti dia” tambahnya.
Sayangnya di HMI cabang kabupaten Bandung sendiri dari
tadi pagi tak ada tanda-tanda persiapan untuk melakukan peringatan tersebut.
Hal ini sangat disayangkan dan kebanyakan kader yang ada bahkan tidak
mengetahui bahwa hari ini 07 september 2012 adalah hari bersejarah yang
seharusnya tak boleh terlupakan.
Zam-zam selaku Ketua Komisariat persiapan Psikologi,
menyayangkan hal ini “seharusnya ada publikasi dari tingkatan atasnya agar kegiatan
tersebut bisa dilaksanakan” ujar dia kepada Lapmi // as.kos, fjr, yanz. red
Label:
profil
10.54
Hari Jumat adalah hari kelahiran seorang anak untuk terlahir di muka bumi tepatnya pada tanggal 7 September tahun 1990. Dan nama anak itu terlahir dengan nama Ryan Septian Chandra Purnama.Filosofis dari nama tersebut menurut ibu yang melahirkannya nama Ryan diambil karena insyaallah anaknya mempunyai sifat terpuji, Septian diambil karena terlahir pada Bulan September ,Chandra diambil karena mempunyai sebuah silsilah keturunan suku Jawa tepatnya kalau orang Jawa mengartikan adalah bulan,dan yang terakhir Purnama mempunyai sebuah arti bahwa anak itu terlahir pada malam Jumat waktu dini pada ketika bulan purnama cerah menyinari gelapnya bumi.
Riwayat Hidup Pengurus LAPMI Cab. Kab. Bandung
Written By Unknown on Rabu, 05 September 2012 | 10.54
Hari Jumat adalah hari kelahiran seorang anak untuk terlahir di muka bumi tepatnya pada tanggal 7 September tahun 1990. Dan nama anak itu terlahir dengan nama Ryan Septian Chandra Purnama.Filosofis dari nama tersebut menurut ibu yang melahirkannya nama Ryan diambil karena insyaallah anaknya mempunyai sifat terpuji, Septian diambil karena terlahir pada Bulan September ,Chandra diambil karena mempunyai sebuah silsilah keturunan suku Jawa tepatnya kalau orang Jawa mengartikan adalah bulan,dan yang terakhir Purnama mempunyai sebuah arti bahwa anak itu terlahir pada malam Jumat waktu dini pada ketika bulan purnama cerah menyinari gelapnya bumi.
Orang yang mempunyai hobby dalam main game komputer memiliki karakter keras kepala tetapi uniknya mempunyai sifat mudah bergaul dengan semua orang , Sifat ini terlahir karena mungkin didikan dari orang tua yang diajarkan padanya, memasuki umur 4 tahun mulailah sebuah jenjang pendidikan dia mulai dari TK Aisyah yang ia geluti , beranjak usia 5 tahun dia melanjutkan kembali ke jenjang yang lebih tinggi lagi denagn disekolahkan di SD Priangan Bandung ,Setelah tamat pada tahun 2002 dia melanjutkan sekolah kembali di SLTPN 44 Bandung ,lucunya setiap jenjang pendidikan yang ia tempuh dia kerap dipanggil berbeda namanya oleh teman sebayanya.
Tamat tahun 2005 dia melanjutkan ke jenjang SMA yang berlokasi di UjungBerung Bandung di SMAN 24 Bandung .Banyak kenangan yang tak pernah dia lupakan sejak SMA dari mulai manis pahitnya dia rasakan,mungkin memang pada masanya mencari jati diri ,
Lulus 2008 dia melanjutkan kembali di bangku perkuliahan UIN Bandung. Pertama kali masuk UIN Bandung banyak sekali sebuah pengalaman dan organisasi yang ia geluti dari mulai tingkatan intra kampus dan extra kampus.Dari tingkat organisasi intra beliau pernah menjabat di Hima Administrasi Negara dan Senat Syariah dan Hukum sebagai Kabid Pers Mahasiswa. Dari tingkat organisasi extra beliau pernah menjabat di komisariat Syariah dan Hukum sebagai Kabid KPP periode 2010 - 2011. Pada akhir 2011 beliau diamanatkan menjadi Sekretaris Direktur LAPMI Cab, Kab. Bandung,Lembaga Pers Mahasiswa Islam sebuah lembaga BSO yang berorientasi kepada dunia tulis menulis. Bersama Direktur Lapmi Kab Bandung beliau mencoba untuk membangkitkan kembali jiwa kader HMI yang fakir menulis dan miskin membaca.
Motto hidup beliau adalah " Kemarin Jejakku , Hari ini Langkahku , Esok adalah Tujuanku "
Label:
profil
03.50
riwayat hidup pengurus LAPMI Cab. Kab. Bandung
Written By Unknown on Rabu, 11 Juli 2012 | 03.50
Pukul 04.45 pada hari kamis, 20 September 1990. terlahir dari rahim Ibunda Eruk Rukmanah. Nama fajar Septian menjadi nama yang cocok dibawa sampai akhir hayatnya. nama fajar sendiri diambil dari waktu dia dilahirkan (Subuh). kemudian nama belakang Septian dimabil dari bulan dia dilahirkan.
jenjang pendidikan yang pernah dia lalui berawal dari SDN Karang sari Subang, tidak sampai akhir dia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN tersebut, hanya sampai kelas 5. karena dia disuruh oleh ibunya untuk langsung ke sebuah pesantren di daerah Subang (Persis 51 Pamanukan Subang). bisa disebut OTIS (orang tanpa ijazah SD). kemudian untuk jenjang sekolah menengan dia meanjutkan di Tsanawiyah persi 51 Subang sampai tahun 2005. setelah mendapatkan ijazah Tsanawiyah dia melanjutkan ke sebuah pesantren di daerah Kabupaten Bandung. Al-Husainiyah menjadi tumpuan terakhir pendidikan menengah terkhir. sampai pada tahun 2008 dia melepaskan predikat siswa dan mencoba untuk menemukan jati diri dan cita-citanya. selama setahun dia off untuk mengenal dunia pendidikan formal. dia mencoba untuk "mempersutubuhi" dunia kerja, akan tetapi tidak lama dia bertahan dengan kerasnya dunia kerja pada saat itu, hanya mampu bertahan selama 9 Bulan. akhirnya dia mencoba untuk mengenal kembali pendidikan formal. Universitas Islam Negeri Bandung menjadi targetannya. masuk pada tahun 2009 dengan mengambil jurusan Sejarah Peradaban Islam (jurusan sebelumnya tidak diinginkan olehnya).
pengalaman organisasi yang pernah dia tempuh cukup banyak, kalo disebutkan satu persatu mungkin pembaca akan merasa jenuh, maka secara singkat saja menguraikan pengalaman organisasi dia. karena dia terlahir dari seorang aktivis tulen (Ibunda Eruk Rukmanah) maka diapun tidak jauh seperti Ibunya. sejak menjadi siswa dia pernah ikut di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), kemudian ketika dia menjadi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung merupakan rumah pendidikan keduanya setelah Kampus. di HMI sendiri beliau pernah menjabat di komisariat Adab Dan Humaniora (P3A). lalu di Brigade Green Black HMI C. K. Bandung menjadi Komandan divisi Kesekretariatan. lalu beliau mencoba di dunia tulis menulis, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), mencoba merintis dari nol bersama Oki Sukirman dan Rifi Hamdani Evan. kemudian setelah dua orang seperjuangan di LAPMI lulus kuliah, beliau ketimpungan untuk membangkitkan kembali jiwa kader HMI yang fakir menulis dan Miskin membaca. pada akhir 2011 beliau mencoba merintis kembali. dan sampai saat ini beliau diamanatkan menjadi Direktur Utama LAPMI Kab. Bandung.
orang yang hoby dengan PS ini mempunyai moto hidup dari kecil adalah " tinggalkan Jejak hidupmu dimanapun kamu berada dengan sebuah kebaikan".
jenjang pendidikan yang pernah dia lalui berawal dari SDN Karang sari Subang, tidak sampai akhir dia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN tersebut, hanya sampai kelas 5. karena dia disuruh oleh ibunya untuk langsung ke sebuah pesantren di daerah Subang (Persis 51 Pamanukan Subang). bisa disebut OTIS (orang tanpa ijazah SD). kemudian untuk jenjang sekolah menengan dia meanjutkan di Tsanawiyah persi 51 Subang sampai tahun 2005. setelah mendapatkan ijazah Tsanawiyah dia melanjutkan ke sebuah pesantren di daerah Kabupaten Bandung. Al-Husainiyah menjadi tumpuan terakhir pendidikan menengah terkhir. sampai pada tahun 2008 dia melepaskan predikat siswa dan mencoba untuk menemukan jati diri dan cita-citanya. selama setahun dia off untuk mengenal dunia pendidikan formal. dia mencoba untuk "mempersutubuhi" dunia kerja, akan tetapi tidak lama dia bertahan dengan kerasnya dunia kerja pada saat itu, hanya mampu bertahan selama 9 Bulan. akhirnya dia mencoba untuk mengenal kembali pendidikan formal. Universitas Islam Negeri Bandung menjadi targetannya. masuk pada tahun 2009 dengan mengambil jurusan Sejarah Peradaban Islam (jurusan sebelumnya tidak diinginkan olehnya).
pengalaman organisasi yang pernah dia tempuh cukup banyak, kalo disebutkan satu persatu mungkin pembaca akan merasa jenuh, maka secara singkat saja menguraikan pengalaman organisasi dia. karena dia terlahir dari seorang aktivis tulen (Ibunda Eruk Rukmanah) maka diapun tidak jauh seperti Ibunya. sejak menjadi siswa dia pernah ikut di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), kemudian ketika dia menjadi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung merupakan rumah pendidikan keduanya setelah Kampus. di HMI sendiri beliau pernah menjabat di komisariat Adab Dan Humaniora (P3A). lalu di Brigade Green Black HMI C. K. Bandung menjadi Komandan divisi Kesekretariatan. lalu beliau mencoba di dunia tulis menulis, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), mencoba merintis dari nol bersama Oki Sukirman dan Rifi Hamdani Evan. kemudian setelah dua orang seperjuangan di LAPMI lulus kuliah, beliau ketimpungan untuk membangkitkan kembali jiwa kader HMI yang fakir menulis dan Miskin membaca. pada akhir 2011 beliau mencoba merintis kembali. dan sampai saat ini beliau diamanatkan menjadi Direktur Utama LAPMI Kab. Bandung.
orang yang hoby dengan PS ini mempunyai moto hidup dari kecil adalah " tinggalkan Jejak hidupmu dimanapun kamu berada dengan sebuah kebaikan".
Label:
profil


