Home » » Pahlawan Bangkit, Pahlawan Sakit

Pahlawan Bangkit, Pahlawan Sakit

Written By Unknown on Minggu, 10 November 2013 | 18.04

Oleh: Eva Nurpadilah Hasalah

Tepat pada hari ini tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional sebagai upaya untuk mengenang jasa-jasa pahlawan terdahulu yang berani berkorban untuk melawan penindasan para penjajah di bumi nusantara ini.  Hal yang sangat wajar ketika kita menghormati jasa pahlawan dengan memperingati dan mengenang jasanya, tetapi memperingati dan mengenang saja tidak cukup untuk realitas sekarang.

Dalam pengaplikasian untuk mengenang jasa pahlawan kita sekarang adalah menjaga keutuhan nilai-nilai kepahlawanan dan perwujudannya harus lebih dari apa yang dilakukan pahlawan kita dulu. Pahlawan dahulu hanya menggunakan bambu runcing untuk melawan penjajah, lantas bukan kita sekarang hanya diam untuk tidak angkat senjata dan leha-leha dengan tidak melakukan sesuatu dan berkarya. Saatnya  bangkit meruncingkan otak untuk menganalisis dan peka terhadap tantangan jaman yang semakin maju dalam berbagai bidang, semakin kompleks pula tantangan yang dihadapi. Pahlawan dahulu melawan musuh yang nyata, dan seiring perkembangan jaman kita menghadapi musuh yang nyata maupun yang tidak nyata bukan saja di jajah dalam segi fisik, tetapi kognitif, ide, kreatifitas bahkan moral saat ini sudah menjadi jajahan.

Pemaknaan Pahlawan saat ini sudah sangat bias, bahkan tidak terdefinisikan. Padahal banyak orang terdekat di lingkungan kita yang pantas kita anugerahi sebagai pahlawan atas hidup kita, seperti Orang tua, Guru, Dosen bahkan teman kita yang selalu berada disaat kita susah dan senang secara tidak sadar telah menjadi pahlawan. Pahlawan dahulu berjuang untuk kemajuan bangsa kita dengan pengorbanan jiwa raganya bertempur melawan penjajah, Saat ini? Apa aplikasi pahlawan untuk kemajuan bangsa dan masyarakat kita?. Penguasa-penguasa yang berkedok pahlawan saat ini menjadi wabah penyakit untuk bangsa Indonesia dimana banyak di beritakan baik media cetak atau media elektronik pejabat-pejabat dan para wakil rakyat yang terkait kasus korupsi. Sesungguhnya banyak hal yang penting yang harus di perjuangkan oleh petinggi Negara, masih banyak kasus yang harus di selesaikan, masih banyak masyarakat yang belum sejahtera,

Lantas pahlawan hari ini apa?

Hari pahlawan sejatinya hari dimana masyarakat nusantara ini berjuang membela hak-haknya demi terciptanya Negara yang aman dari segala bentuk penjajahan dan perampasan hak. Hari dimana masyarakat sadar untuk mempertahankan semangat juang para pahlawan terdahulu dengan meningkatkan kualitas dan pribadi yang mencintai tanah air, mempertahankan budaya dan nilai-nilai kebangsaan.

Hakikat dari hari pahlawan adalah bagaimana “berjuang dan mempertahankan” untuk sekarang kita berjuang seperti pahlawan dahulu tidak hanya dengan memegang senjata dan peperangan, karena berjuang tidak selamanya identik dengan peperangan dan pertempuran tetapi bagaimana kita berjuang menegakkan hak dan kewajiban untuk kesejahteraan bersama dan kemerdekaan bersama. Melihat sekeliling masih banyak yang miskin dan putus sekolah lantas itu indikator kemerdekaan bangsa Indonesia? Korupsi, kesenjangan sosial yang masih banyak menjadikan pertumpahan darah antar masyarakat Indonesia, apakah itu perwujudan kemerdekaan saat ini?

Berjuang dan mempertahankan esensinya di sesuaikan dengan kebutuhan jaman. Bagi pelajar berjuang adalah bagaimana ia belajar dan mencari ilmu sebagai perwujudannya bagaimana ia mempertahankan keilmuannya dan menjadikan suatu karya yang lebih bernilai dan bermanfaat untuk orang lain. Berjuang untuk membangkitkan semangat dan menjaga nilai-nilai kepahlawanan yang telah di wariskan pahlawan-pahlawan terdahulu sehingga kita lebih bisa mengenang dan menghargai atas setiap darah tyang telah di cucurkan.

Dulu pahlawan kita bangkit melawan dan sekarang para pahlawan kita sakit untuk melawan, melawan korupsi, melawan moral yang terjajah, melawan motivasi dan mental yang sakit, karena pahlawan saat ini mental mereka SAkit. Para pejabat Negara yang terkena kasus sekarang tak ubahnya sebagai tameng pahlawan yang sakit, bukan sakit fisik tetapi mental mereka sudah terganggu kesehatan mentalnya dalam bahasa psikologi adalah sakit mental yang dimana menurut Prof. Dr. Zakiah Drajat, seseorang yang sehat mental dia tidak akan menjadi cemas, lekas putus asa, apatis dan bisa adaftip dilingkungan sesuai dengan apa yang diharapkan norma sosialnya karena orang yang sehat mental dapat menghadapi rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang.

Jika Sesuai dengan pengertian tindak kepahlawanan menurut Kementrian Sosial Republik Indonesia yaitu perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya, sangat menimbulkan kontradiksi dalam realitas sekarang. Seharusnya seorang pejabat negara hari ini berperan sebagai pahlawan untuk membantu permasalahan-permasalahan rakyat. Memang terkenang tetapi tidak patut di contoh sebagai wakil rakyat ketika saat ini masih banyak kaum korup yang masih bertebaran. Nilai kepahlawnnya untuk saat ini sangat bias sekali bahkan terlupakan seiring dengan pahlawan kita yang sakit.

Bangsa kita merindui tumbuhnya orang-orang yang bertidak pahlawan dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanannya, sampai pada memperingati hari pahlawan ini bangsa kita masih merindui agen of change yang hari ini merubah pahlawan SAkit menjadi pahlawan BANGkit.


*Mahasiswa Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Share this article :

Posting Komentar


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. LAPMI CAKABA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger